IMAGINE

Sabtu, 05 April 2008

SEJARAH PRODUKSI FILM DI CHINA

RCTI (PT Rajawali Citra Televisi Indonesia) merupakan stasiun televisi swasta pertama di Indonesia.
Berdiri pada tanggal 21 Agustus 1987, televisi ini mulai mengudara pada Agustus 1989. RCTI dengan cepat menjadi televisi swasta terbesar karena fasilitasi bisnis dari keluarga Cendana (Soeharto) di masa Orde Baru. Stasiun ini, bukan kebetulan, dimiliki dan dipimpin oleh Bambang Trihatmojo, anak ketiga Presiden berkuasa saat itu. Hingga saat ini, RCTI masih merupakan televisi nomor satu di Indonesia dalam hal perolehan iklan dan jumlah audiens. AGB Nielsen mengemukakan bahwa audience share RCTI sebesar 20%. Data menunjukkan bahwa kepemilikan televisi di Indonesia sekarang ini mencapai 59 rumah tangga yang berarti sekitar 231 juta penonton. Ini merupakan kue ekonomi yang sangat besar (Bill Guerin, 2005).
Televisi kedua adalah Global TV (70% saham).
Televisi ini didirikan pada tahun 1999 tetapi baru mengudara pada Oktober 2001. Dengan target audiens kaum muda, Global TV merupakan televisi lokal dengan isi program-program musik dari MTV Asia (Music Television), sebuah perusahaan televisi kabel dari Viacom. Program ini mulai disiarkan tahun 2006. Selain dengan MTV, Global TV juga menjalin kerjasama dengan Nickelodeon. Global TV mendapatkan lisensi ekslusif untuk program-program dari MTV, VH1 dan Nickelodeon.
Televisi ketiga adalah TPI (PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia),
yang didirikan pada tahun 1991 oleh anak tertua Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana. Televisi ini diakuisisi oleh MNC pada tahun 2006 dengan kepemilikan saham mencapai 75%. Pendapatan bersih selama 9 bulan pertama di tahun 2007 meningkat 51% dari nilai tahun lalu, mencapai 326 miliar rupiah atau sekira $51 juta. Total pendapatan kotor naik 51% menjadi 2,2 triliun rupiah atau sekira $350 juta.

Read More......

Jumat, 04 April 2008

Profesianal Film Indonesia

Sensor film adalah penelitian dan penilaian terhadap film dan reklame film untuk menentukan dapat atau tidaknya sebuah film dan reklame film dipertunjukkan dan/atau ditayangkan kepada umum, baik secara utuh maupun setelah peniadaan bagian gambar atau suara tertentu.
Film adalah karya cipta seni dan budaya yang merupakan media komunikasi massa pandang-dengar yang dibuat berdasarkan asas sinematografi dengan direkam pada pita seluloid, pita video, piringan video, dan/atau bahan hasil penemuan teknologi lainnya dalam segala bentuk, jenis, dan ukuran melalui proses kimiawi, proses elektronik, atau proses lainnya, dengan atau tanpa suara, yang dapat dipertunjukkan dan/atau ditayangkan dengan sistem proyeksi mekanik, elektronik, dan atau lainnya.
Reklame film adalah sarana publikasi dan promosi film, baik yang berbentuk trailer, film iklan, iklan, poster, still photo, klise, banner, pamflet, brosur, ballyhoo, folder, plakat maupun sarana publikasi dan promosi lainnya. Tanda Lulus Sensor adalah surat yang dikeluarkan oleh Lembaga Sensor Film bagi setiap kopi film, trailer serta film iklan, dan tanda yang dibubuhkan oleh lembaga Sensor Film bagi reklame film, yang dinyatakan telah lulus sensor.
Tanda Tidak Lulus Sensor adalah surat yang dikeluarkan oleh Lembaga Sensor Film bagi setiap kopi film, trailer serta film iklan, dan tanda yang dibubuhkan oleh Lembaga Sensor Film bagi reklame film, yang dinyatakan tidak lulus sensor.
Menteri adalah Menteri yang bertanggung jawab di bidang perfilman.
Untuk melakukan penyensoran film dan reklame film, Pemerintah membentuk Lembaga Sensor Film, disingkat LSF.
LSF mempunyai fungsi sebagai berikut :
-melindungi masyarakat dari kemungkinan dampak negatif yang timbul dalam peredaran, pertunjukan dan/atau penayangan film dan reklame film yang tidak sesuai dengan dasar, arah dan tujuan perfilman Indonesia;
-memelihara tata nilai dan tata budaya bangsa dalam bidang perfilman di Indonesia;
- memantau apresiasi masyarakat terhadap film dan reklame film yang diedarkan, dipertunjukkan dan/atau ditayangkan dan menganalisis hasil pemantauan tersebut untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan tugas penyensoran berikutnya dan/atau disampaikan kepada Menteri sebagai bahan pengambilan kebijaksanaan kearah pengembangan perfilman di Indonesia.
Fungsi LSF sebagaimana dimaksud dalam ayat l, merupakan salah satu mata rantai dalam sistem pembinaan perfilman di Indonesia.
Penyensoran film dan reklame film dilakukan berdasarkan pedoman dan kriteria penyensoran.

Read More......

Minggu, 23 Maret 2008

CaMeRa AnGeL

CaMeRa An9eL

CA merupakan teknik pengambilan dari sudut pandang tertentu untuk mengekspose AdEgAn.

BirD eye VieW
Adalah merekam gambar dari sudut atas obyek sehingga obyek terlihat dari atas ba9ian.

Fr0g Eye LeVel
KebAlikan dari High An9El/BEV yaitu mengambil 9ambar dari sudut bawah.

Eye LeVeL/pr0fil Sh0T
AdaLah stanDar pen9amBilan gambar dengan ketinggian relatif sedang Artinya kamera memiliki kitinggian yang hamper sama dengan obyek.

4. aRTifiCiAl Sh0T
ARtIfIcIAl Sh0T diMaksudKn unTuk memperindah shot sehingga lebih bernuansa seni.
AS biasanya digunakan untuk mengambil suasana alam terbuka.Pemberian aksea dedaunan atau rumput didepan lensa mengesankan 9ambar terlihat dinamis.

Back Light Shot
Adalah pengambilan gambar yang dilakukan dengan posisi kam,era berhadapan secara frontal dengan sumber cahaya didepanya sehingga memungkinkan terekamnya siluet talent.

Read More......

TyPE of SHOT

Type of shot

ECU (Extreme Close Up)
Teknik pengambilan gambar dengan framing lebih memusat pada obyek\bagian tubuh yang mendukung informasi dalam alur cerita

CU (Close Up)
Adalah pengambilan gambar , dimana kamera berada dekat dengan subyek sehingga gambar yang dihasilkan memenuhi frame

MCU(Medium Close Up)
MCU adalah pengambilan gambar dengan komposisi framing subyek lebih jauh dari close up, tetapi lebih dekat dari medium shot

MS (Medium Shot)
MS merupakan teknik merekam gambar kurang lebih setengah badan. Hal ini dimaksudkan untuk memperlihatkan detail subyek dan memberi ruang pandang

FS (Full Shot)
FS memungkinkan pengambilan gambar dilakukan pada subyek secara utuh dari kepala hingga kaki .

MLS (Medium Long Shot)
Framing kamera dengan mengikut sertakan setting sbg pendukung suasana.

LS (Long Shot)
LS merupakan shot dengan ukuran framing yang memiliki ruang pandang lebih lebar dari MLS.

ELS (Extreme Long Shot)
Pengambilan gambar sehingga artis\subyek tidak terlihat. Disini setting ruang sangat berperan, dimaksudkan untuk mempertegas\ membantu imajinasi ruang cerita

Read More......

Kamis, 13 Maret 2008

PETERPAN

I BELIEVE I CAN FLAY

Read More......

MY PLACE


ISTANA YANG INDAH TEMPAT TINGGAL SEORANG PUTRI CANTIK YANG MENUNGGU SANG PANGERAN KEMBALI

Read More......

BEAUTIFUL PICTURE



LOVE.....

LOVE.....

LOVE.....

Read More......

DAVID ARCHULETA